Selasa, 31 Mei 2011

Anak Jalanan



bias-bias lampu jalanan menemanimu
bersama kehangatan dan dekapan yang tak kau punya
hanya emperan toko adalah hotel yang mewah
engkau berjuang sendiri melawan hari
berlari melawan terik mentari



bersama senyuman kecil engkau bernyanyi
dengan memakai alat seadanya engkau bermandi peluh
mengharap rupiah yang tak kunjung engkau rengkuh
di bawah lampu merah engkau menyambung nyawa



kecil,kurus dan kumuh...
bukan kehidupan seperti ini yang kau mau
tapi.. bukan kehinaan yang engkau tempuh
karena keras kehidupan itu telah ada di nadimu
bahkan, kelaparan pun tak membunuhmu



sendiri..
lengan-lengan kecilmu menyibak mentari
dengan nyanyian sumbangmu engkau mengharap belas kasih
dari manusia-manusia egois yang berjalan dengan bengis



manusia-manusia yang berjalan atas nama moderenisasi
yang telah melupakan apa itu hak asasi
manusia-manusia berdasi yang mungkin terlupa telah memiliki hati
manusia yang merasa derajatnya lebih tinggi dari gedung-gedung pencakar langit
padahal lebih hina dari aspal siang yang panas membara



apa mereka mendengar jerit tangismu
apa mereka mendengar keluh kesahmu
apa mereka mendengar kesakitanmu
tidak... bahkan mereka tidak ada waktu
walau hanya untuk sekedar mendengar nyanyianmu



tapi di sana masih ada senyuman
keriangan bocah-bocah yang mungkin telah melupakan impian
dan mungkin berfikir..seperti inilah kehidupan
keras dan kejam seolah tiada harapan


"Rico Widiarno"

0 komentar:

Poskan Komentar